Sabtu, 19 Oktober 2013

5 Jurusan Kuliah Bidang Bisnis Pilihan Mahasiswa Baru

Artikel Kampus - 5 Jurusan Kuliah Bidang Bisnis Pilihan Mahasiswa Baru - “Aku salah jurusan, menyesalnya…” Kalimat ini pastinya menjadi kalimat menakutkan jika diucapkan ketika seorang mahasiswa sudah menempuh kuliah di suatu jurusan.


Supaya tidak menyesal dan bisa menikmati masa kuliah dengan bahagia, sebaiknya calon mahasiswa benar-benar memikirkan baik-baik jurusan yang akan dipilih, disesuaikan dengan bakat, minat, dan kemauan.

Diantara sekian banyak jurusan atau program studi yang ada, berikut 5 program studi yang berkonsentrasi di bidang bisnis, yaitu Akuntansi, Perpajakan, Sekretaris, Bahasa Inggris Bisnis, dan Manajemen Pemasaran.

Jurusan Akuntansi
Sangat cocok untuk mereka yang suka hal-hal mendetail dan teliti karena jurusan ini banyak berurusan dengan angka dan logika. Dosen bisa mengatakan teori bahwa biaya-biaya yang termasuk di biaya variabel adalah biaya A, B, dan C, tapi di kehidupan nyata kadang permasalahan yang dihadapi tidak sesimpel di dunia kuliah. Jadi kesukaan akan angka, penghitungan uang dan biaya, serta kemampuan logika yang kuat akan sangat menunjang mereka yang memilih jurusan ini. Prospek kerja untuk jurusan ini sangat terbuka lebar karena setiap jenis usaha pasti membutuhkan tenaga akuntansi untuk mengolah laporan keuangan mereka. Apalagi perusahaan besar seringkali memberikan tuntutan yang tinggi kepada tenaga akuntannya. Pastikan dirimu kuliah di jurusan akuntansi yang benar-benar serius untuk mempersiapkan dirimu menghadapi dunia kerja tersebut demi kelancaran karirmu.

Jurusan Perpajakan
Sangat cocok untuk mereka yang menginginkan perubahan karir dan tingkat kehidupan yang drastis. Hal ini dikarenakan sangat sedikitnya orang yang mau menekuni jurusan ini dikarenakan berbagai macam hal. Padahal karir dan prospek kerja untuk jurusan ini sangat terbuka lebar. Terbukti dengan banyaknya mahasiswa Perpajakan yang direkrut langsung ketika mereka sedang magang kerja di perusahaan dengan standar gaji yang cukup tinggi dan paket kompensasi yang menarik.

Jurusan Sekretaris
Sangat cocok untuk mereka yang haus untuk selalu mengembangkan dirinya. Hal ini dikarenakan tuntutan dasar profesi ini yang membuat mereka harus sering berhubungan dengan berbagai macam orang dan kegiatan administrasi sehingga kepribadian yang unggul merupakan ciri utama supaya hubungan baik tetap terjaga. Prospek kerja untuk jurusan ini sangat lebar karena hampir semua perusahaan mempunyai bagian administrasi dan pimpinan yang membutuhkan sekretaris untuk menghandle pekerjaan administrasi seperti pengaturan meeting, penjadwalan perjalanan bisnis, dan berbagai macam hal yang memudahkan pimpinan/pemilik perusahaan menjalankan tugasnya dengan lancar.

Jurusan Bahasa Inggris Bisnis
Sangat cocok untuk mereka yang bercita-cita untuk selalu bisa berkomunikasi dengan bahasa Inggris, baik melalui lisan maupun tulisan sekaligus mengembangkan jiwa dagangnya atau jiwa bisnisnya. Keunggulan jurusan ini adalah muatan kurikulumnya yang mengedepankan kepada aspek perdagangan international sehingga lulusan memiliki kompetensi keahlian untuk bisa menangani hubungan dagang dengan pihak luar negeri.

Jurusan Manajemen Pemasaran
Sangat cocok untuk mereka yang menginginkan pembayaran gaji sesuai dengan besarnya kinerja yang mereka lakukan. Keistimewaan jurusan ini adalah karena lulusan bisa menentukan sendiri besarnya pencapaian pendapatan yang diinginkan perbulan sesuai dengan kinerja yang diberikan. Lulusan jurusan ini paling banyak dibutuhkan dan dicari karena sebuah bisnis tanpa tenaga pemasar yang handal bisa dipastikan tidak bisa bertahan lama. Jurusan ini juga banyak mengadakan praktik selling dan kunjungan ke perusahaan sehingga lulusan memiliki cara pandang yang luas dalam melihat sesuatu. Jurusan ini juga dibekali logika berpikir untuk merancang strategi marketing terbaik yang harus dilakukan perusahaan untuk mengembangkan pangsa pasarnya serta tetap bertahan di tengah persaingan.

sumber: 

Kamis, 24 Mei 2012

Kasus Pelanggaran Hak Cipta IML dan Infigy Group


Institute for Motivational Living, Inc. (IML), perusahaan penerbitan dan teknologi yang berbasis di Amerika, mengumumkan telah memenangkan gugatan hukum atas pelanggaran hak cipta terhadap Infigy Group, dan konsultan serta pelatih senior di Infigy, Bapak Didik Mulato. Infigy Group (http://www.infigygroup.com) adalah Grup Pemasaran Produk Asuransi Prudential menurut situs web mereka. 

Putusan yang diberikan oleh Majelis Hakim Pengadilan Niaga di Surabaya, Indonesia menetapkan bahwa terdakwa telah melanggar hak cipta IML dan menyatakan bahwa IML adalah pemegang hak cipta yang sah atas Profil Sistem Kepribadian DISC. Gugatan hukum fokus pada penyalinan dan distribusi bahan-bahan hak cipta IML oleh terdakwa tanpa persetujuan dari IML. Terdakwa menawarkan bahan IML secara gratis sebagai bagian dari strategi agar orang menggunakan DISC untuk memperoleh pemahaman gaya kepribadian dalam proses bisnis terdakwa. IML berhasil meyakinkan bahwa mereka telah mengalami kerugian pendapatan sejak terdakwa memberikan hak kekayaan intelektual IML untuk diperdagangkan. IML, penulis dan penerbit, telah mendaftarkan berbagai bahan dengan Kantor Hak Cipta Amerika Serikat yang sebelumnya digunakan oleh terdakwa. Hukum di Indonesia juga mencakup tuntutan hak cipta atas pelangggaran hak cipta dan penyelidikan lebih lanjut pada pelanggaran tengah dilakukan. 

Institute for Motivational Living (http://www.motivationalliving.com) adalah pemimpin dalam penilaian perilaku yang disesuaikan serta penerbit profil DISC yang digunakan secara global di perusahaan, pendidikan, kementerian dan industri swadaya. IML, yang didirikan pada tahun 1981, telah mengembangkan ratusan profil, kursus, laporan secara online dan program berbasis perilaku yang disesuaikan untuk membantu orang berkomunikasi dan bekerja sama dengan lebih efektif. Untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia, IML mengembangkan PeopleKeys (http://www.peoplekeys.com), alat dengan berbagai bahasa yang divalidasi secara online untuk mencari, menyaring, merekrut dan mengelola pekerja. PeopleKeys, yang dibangun selama lebih dari 30 tahun untuk bisnis penilaian kepribadian, mengukur kinerja terbaik dan menggunakan tolok ukur tersebut untuk melihat kepribadian para pelamar di masa depan. Penilaian dan layanan PeoleKeys membantu organisasi dalam mengamati potensi manusia, memberdayakan pekerja dan mempertahankan orang yang tepat untuk pekerjaan yang sesuai. 

sumber :

Jumat, 18 Mei 2012

UU HaKI Ternyata Tak Dipahami Banyak Pejabat dan Aparat Hukum

Pejabat dan aparat hukum disebut harus banyak belajar tentang Undang-undang Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI), agar perlindungan hukum HKI bisa diberikan secara maksimal. Demikian antara lain dikatakan Ansori Sinungan, pengamat HKI di Jakarta, Minggu (29/5).

Tidak dipahaminya HKI dengan baik, menurut Ansori, akan menimbulkan masalah yang lebih serius, terutama jika berkaitan dengan paten, merek, hak cipta dan rahasia dagang. "Bahkan ini bisa mengancam investasi," kata mantan Direktur Kerjasama dan Pengembangan pada Ditjen Hak Kekayaan Intelektual.

Dijelaskan Ansori lagi, berkembangnya hak kekayaan intelektual adalah indikasi majunya sebuah negara. Hanya saja, berapa undang-undang yang harus dipelajari, namun aparat dan pejabatnya itu-itu saja.

Mengenai posisi KPPU yang menghukum monopoli atas sebuah produk farmasi yang masih dilindungi hak paten, menurut Ansori, KPPU harus melihat subtansi undang-undang paten. "Kalau masih dilindungi UU Paten, maka produk itu harus dilindungi. Karena paten artinya adalah hak eksklusif yang diberikan negara kepada penemu atau pemegang paten tersebut, dan dia dikecualikan oleh UU Antimonopoli," katanya.

Tindakan KPPU yang tidak mengindahkan hal ini, tambah Ansori, akan menyebabkan terjadinya ketidakpastian hukum. Karena itu, terbuka kemungkinan terjadinya sengketa dengan pihak asing, yang dalam prosesnya dapat menyebabkan Indonesia kehilangan kredibilitas di mata internasional.

"Mengingat sifatnya sebagai hak eksklusif, paten selama masa perlindungan secara esensial merupakan hak monopolistik. Karena itu, UU No 5 Tahun 1999 (Antimonopoli) harus mengecualikan keberlakuannya atas sesuatu ikatan hukum yang berkaitan dengan hak ini. Ketentuan tentang pengecualian ini harus dipahami secara cermat dan limitatif. Artinya, tidak bisa ditafsirkan secara luas," bebernya.

Untuk diketahui, dalam kasus ini, industri farmasi Pfizer menolak tudingan (status) kartel yang dituduhkan KPPU. Mereka meminta agar hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk membatalkan putusan (KPPU) tersebut.